PENGUMUMAN

Sukoharjo – Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menggelar Pertemuan Ilmiah Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se-Solo Raya sebagai upaya memperkuat kualitas kepemimpinan pendidikan di wilayah Solo Raya. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, S.E. Forkopimda Kabupaten Sukoharjo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan se-Solo Raya, para pengawas sekolah, serta berbagai tamu undangan lainnya. Kegiatan ini digelar di Gedung Budi Sasono Sukoharjo, Kamis (15/1/2026).

Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI di Kabupaten Sukoharjo. Ia menilai momentum ini penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Menurut Wakil Bupati, tema kegiatan “Membangun Sekolah Adaptif Melalui Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Visioner” sangat relevan dengan tantangan pendidikan di era perubahan yang cepat dan dinamis. Sekolah dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan zaman agar tetap relevan dan mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul.

“Kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Kepemimpinan yang visioner akan mampu membangun budaya sekolah yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Wakil Bupati juga mengajak para kepala sekolah di wilayah Solo Raya untuk terus meningkatkan kompetensi kepemimpinan, memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan, serta memanfaatkan forum ini sebagai sarana berbagi praktik baik dalam pengelolaan pendidikan.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, dalam paparannya menekankan pentingnya kepemimpinan kepala sekolah dalam menentukan kualitas hasil belajar peserta didik. Ia memaparkan data Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai cerminan kondisi pendidikan nasional dan daerah.

Secara nasional, hasil TKA dinilai masih sejalan dengan capaian PISA 2022, di mana tingkat literasi dan numerasi peserta didik Indonesia masih berada di bawah rata-rata global. Di Jawa Tengah, nilai rata-rata mata pelajaran Bahasa Indonesia berada pada kategori baik, sementara Matematika masih menjadi tantangan utama dan Bahasa Inggris berada pada kategori memadai.

Menurut Wakil Menteri, data tersebut harus dimaknai sebagai bahan evaluasi bersama, bukan untuk menghakimi peserta didik. Kepala sekolah diharapkan mampu membaca data secara komprehensif dan merumuskan langkah strategis yang tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah masing-masing.

“Kepala sekolah yang adaptif dan visioner akan melihat data sebagai peluang untuk melakukan transformasi, bukan sebagai beban,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan dalam mewujudkan sekolah yang adaptif, inovatif, serta berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kontributor : FranintoAR_M2026