Bupati Sukoharjo Hadiri Tanam Perdana Bongkar Ratoon Tebu di Polokarto
SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo Etik Suryani menghadiri kegiatan tanam perdana program Bongkar Ratoon tebu yang diselenggarakan di lahan Kelompok Tani (KT) Joyo Tani, Desa Rejosari, Kecamatan Polokarto, Jumat (21/11/2025). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam upaya peremajaan tebu untuk meningkatkan produktivitas, kualitas tanaman, serta mendukung ketahanan pangan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Etik Suryani menyampaikan bahwa sektor pertanian, termasuk komoditas tebu, merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat. Ia menegaskan bahwa bongkar ratoon yakni peremajaan tebu dengan mengganti tanaman lama menggunakan bibit unggul baru menjadi upaya penting untuk menjaga kesinambungan produksi gula nasional dan meningkatkan kadar rendemen tebu.
Lebih jauh, Bupati turut menyoroti sejarah penting komoditas gula bagi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa Indonesia pernah menjadi eksportir gula terbesar kedua di dunia pada tahun 1930, sebelum akhirnya beralih menjadi importir gula sejak 1967. Kondisi ini, menurutnya, harus menjadi pengingat bahwa penguatan produksi gula lokal sangat diperlukan untuk mencapai swasembada gula dan kemandirian pangan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan capaian dan target pengembangan tebu di Sukoharjo. Pada 2024, luas area tebu tercatat mencapai 363,68 hektare dengan produksi gula kristal sebesar 1.425 ton. Sementara pada 2025, Kabupaten Sukoharjo memperoleh alokasi bantuan Bongkar Ratoon seluas 166,37 hektare. Tanam perdana yang dilakukan di Polokarto menjadi bagian dari realisasi program tersebut.
Ia menjelaskan bahwa program bongkar ratoon tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil panen semata, tetapi juga mendorong efisiensi pemanfaatan lahan melalui penerapan teknologi budidaya modern, perbaikan kualitas tanah, serta efisiensi penggunaan pupuk dan air. “Peremajaan tebu menjadi bagian dari strategi Pemkab Sukoharjo untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan produksi pertanian. Saya mengapresiasi petani yang terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar dan perkembangan teknologi,” ujar Bupati.
Bupati Etik Suryani juga memberikan apresiasi kepada para petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), hingga seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan program ini. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, serta sektor industri gula agar upaya peremajaan tebu dapat berjalan maksimal dan memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
Program bongkar ratoon diharapkan mampu mengoptimalkan produktivitas tebu, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat rantai nilai industri gula dari hulu ke hilir. Selain itu, keberhasilan program ini juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Pemkab Sukoharjo berharap kegiatan tanam perdana bongkar ratoon ini menjadi momentum yang mendorong petani untuk terus berinovasi dan memaksimalkan pemanfaatan teknologi pertanian modern. Pemkab mengajak berbagai kelompok tani di wilayah lain untuk mengadopsi program ini agar produktivitas tebu meningkat, kualitas tanaman semakin baik, dan kesejahteraan petani dapat terus bertumbuh.
Kontributor : Retno Eka Puspita_M2025


