
SUKOHARJO – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Kabupaten Sukoharjo berkolaborasi dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Su...
SUKOHARJO – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Kabupaten Sukoharjo berkolaborasi dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sukoharjo menggelar Seminar Giant Campaign Sex Education (GCSE) Tahun 2026 di Auditorium Gedung Menara Wijaya Kabupaten Sukoharjo, Jumat (4/9/2026).
Mengusung tema “Pergaulan Sehat untuk Generasi Hebat”, seminar tersebut diikuti 145 peserta yang merupakan perwakilan Pramuka Penggalang, Penegak, dan Pandega di wilayah Kwarcab Sukoharjo. Kegiatan ini menjadi upaya edukatif dan preventif dalam membekali generasi muda dengan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, pergaulan sehat, serta pencegahan kekerasan seksual.
Plt. Bupati Sukoharjo dalam sambutannya menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka harus senantiasa adaptif terhadap perkembangan zaman dan mengambil peran dalam membentuk karakter generasi muda. Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, remaja menghadapi berbagai tantangan, termasuk risiko pergaulan tidak sehat dan kekerasan seksual.
“Dinas PPKBP3A Kabupaten Sukoharjo mencatat, sepanjang tahun 2025 terdapat 92 kasus kekerasan seksual terhadap anak dan 60 kasus terhadap perempuan. Sementara hingga Agustus 2026, tercatat 69 kasus terhadap anak dan 51 kasus terhadap perempuan,” ungkapnya.
Menurutnya, data tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan dan edukasi kepada anak serta remaja perlu terus diperkuat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan Gerakan Pramuka melalui GCSE menjadi salah satu langkah nyata untuk membangun kesadaran sekaligus menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi prinsip Safe From Harm di lingkungan kepramukaan, yakni upaya perlindungan anggota Pramuka, khususnya anak-anak dan remaja, dari kekerasan, pelecehan, diskriminasi, maupun perlakuan yang tidak pantas.
Plt. Bupati berharap para peserta tidak berhenti pada pemahaman yang diperoleh selama seminar. Mereka diharapkan mampu menjadi Agent of Change atau agen perubahan yang menyebarluaskan edukasi mengenai pergaulan sehat dan pencegahan kekerasan seksual kepada teman sebaya, baik melalui kegiatan di lingkungan organisasi maupun kampanye kreatif di media sosial.
“Seraplah ilmu sebanyak-banyaknya dari para narasumber. Selepas kegiatan ini, tugas kalian adalah bersuara dan berani melakukan kampanye edukatif. Jadilah pelopor pergaulan yang sehat bagi teman-teman sebaya,” pesannya.
Sementara itu, seluruh rangkaian teknis kegiatan GCSE dikelola oleh Forum Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Sukoharjo yang dibina Dinas PPKBP3A. Keterlibatan tersebut menjadi wujud nyata semangat kegiatan yang dirancang dari remaja, oleh remaja, dan untuk remaja.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki pengetahuan dan keberanian untuk mengambil peran dalam menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat, aman, serta mendukung tumbuh kembang generasi masa depan.
Muda Bermakna, Memberi Aksi Nyata. Saatnya yang Muda, yang Berencana.