
SUKOHARJO — Inovasi pertanian modern terus berkembang di Kabupaten Sukoharjo. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Open Farm dan Petik Panen Melon Greenhouse yang diselenggarakan di Pondok Pesantren D...
Panen tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia Solo, Hebitren Solo Raya, Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo, serta jajaran perangkat daerah terkait. Wabup menyampaikan bahwa kehadiran para mitra tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan pertanian modern, termasuk pembiayaan, pendampingan, dan transfer teknologi bagi petani.
Lebih lanjut, Wabup menekankan bahwa generasi muda, khususnya santri, memiliki peluang besar untuk menjadi pionir pertanian masa depan.
“Generasi hari ini adalah pengantar, dan anak-anak kita adalah estafet masa depan pertanian. Dengan pemanfaatan teknologi seperti ini, kita sedang membangun ekosistem pertanian yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” imbuhnya.
Greenhouse melon di Pondok Pesantren Darul Hasan dinilai mampu meningkatkan kualitas panen, menjaga stabilitas produksi, mengontrol iklim mikro, serta memperpanjang masa tanam. Model ini juga membuka peluang usaha baru bagi pesantren dan masyarakat sekitar.
Wakil Bupati berharap kegiatan Open Farm ini menjadi contoh inspiratif bagi lembaga pendidikan lain, utamanya pesantren dan SMK, untuk ikut membangun ekosistem pertanian modern.
“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat sinergi, berinovasi, dan bekerja keras untuk mengembangkan potensi pertanian Sukoharjo. Harapan kami, panen hari ini membawa berkah dan menjadi awal dari gelombang inovasi pertanian baru di wilayah kita,” tutupnya.
Acara ditutup dengan sesi petik panen bersama dan peninjauan area greenhouse yang kini menjadi model percontohan pertanian modern berbasis pesantren di Kabupaten Sukoharjo.
Kontributor : RetnoEP_M2025