
Sukoharjo, 20 Mei 2026 – Kementerian UMKM RI melalui Asisten Deputi Bidang Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil menyelenggarakan kegiatan “Asistensi Produksi Melalui Layanan Digital Berbasis Artifici...
Sukoharjo, 20 Mei 2026 – Kementerian UMKM RI melalui Asisten Deputi Bidang Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil menyelenggarakan kegiatan “Asistensi Produksi Melalui Layanan Digital Berbasis Artificial Intelligence (AI)” di Hotel Brothers, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Acara ini diikuti 40 pengusaha kecil dan berkolaborasi dengan KUMPUL Impact - AIM ASEAN.

Bapak Dr. Ali, S.T., M.SI, Asisten Deputi Bidang Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil Kementerian UMKM menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempercepat transformasi UMKM dari sistem manual menuju digital, sejalan dengan RPJMN 2025–2029 yang menekankan penguatan ekosistem digital dan pemanfaatan teknologi AI. Data SIDT mencatat UMKM mencapai 30,18 juta usaha, menyerap 96,9% tenaga kerja, dan menyumbang 60,51% PDB. Namun, 93,95% UMKM masih berproduksi manual, sementara adopsi teknologi digital baru sekitar 4,37%.
Bapak Sumarno, S.Sos, M.H, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kab. Sukoharjo di dalam paparannya, menegaskan bahwa telah ada Perda No 6 Tahun 2024 sebagai dasar legitimasi AI untuk UMKM. Selain itu, juga telah disusun roadmap 5 tahun transformasi ekosistem UMKM sektor industri rotan, kayu dan olahan untuk mewujudkan UMKM yang tangguh, digital, inovatif dan berdaya saing global.

AI diyakini mampu membantu UMKM membaca tren pasar, mengelola stok, meningkatkan kualitas produk, serta mengambil keputusan berbasis data. Pemanfaatan teknologi ini diproyeksikan menambah kontribusi ekonomi nasional lebih dari 3,67% terhadap PDB.
Melalui materi pembelajaran yang diberikan oleh KUMPUL Impact dalam kegiatan ini, pemanfaatan AI bagi UKM khususnya di sektor produksi rotan, kayu dan bambu di Kab. Sukoharjo diharapkan dapat:
• meningkatkan kemampuan produksi berbasis digital dan AI,
• memperkuat produk serta branding,
• menyusun rencana bisnis digital, dan
• melahirkan local heroes UMKM digital.
Kementerian UMKM melalui Major Project Pengelolaan Terpadu pada tahun 2023 telah membangun RPB (Rumah Produksi Bersama) komoditas rotan di Kabupaten Sukoharjo. RPB Sukoharjo yang terletak di Desa Trangsan merupakan sebuah ekosistem yang telah berjalan dengan baik dan dirasa layak untuk dilakukan transformasi AI dalam proses produksinya. Sebagai peserta kegiatan ini, RPB diharapkan dapat menjadi salah satu contoh praktik baik (best-practices) dari sisi manajerial dan adopsi teknologi yang dapat direplikasi oleh klaster/sentra UMKM lainnya.
Melalui layanan digital berbasis AI, UKM yang terlibat dalam ekosistem RPB diharapkan mampu mengoptimalkan proses produksi, memahami tren pasar, mengelola bahan baku, serta mengembangkan pemasaran digital dan pencatatan usaha. Kedepannya, pendekatan ini tidak hanya akan meningkatkan daya saing UKM, tetapi juga mendorong terbentuknya pusat pembelajaran (teaching factory) dan pusat unggulan (center of excellence) dalam penerapan teknologi digital di sektor produksi.
Yang menjadi fokus kegiatan ini, UKM, tidak hanya sekedar “ikut digital”, tetapi benar-benar naik kelas melalui transformasi produksi berbasis teknologi maupun AI.
Kementerian UMKM RI berharap asistensi ini menjadi pengungkit nyata bagi peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM di Kab. Sukoharjo, Jawa Tengah dan dapat dilaksanakan secara rutin serta berkesinambungan sehingga dampak dari kegiatan ini dapat dirasakan secara nyata.

Sumber : Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah, dan Perdagangan