Logo Kab. Sukoharjo
Portal Sukoharjo
Kabupaten Sukoharjo

Artikel Terbaru

Kategori

Tag

Logo Kab. Sukoharjo
Portal Sukoharjo
Kabupaten Sukoharjo

Portal Resmi Kabupaten Sukoharjo

Navigasi

  • Beranda
  • Tentang
  • Blog
  • Pemerintahan
  • Layanan

Kontak

  • Jl. Jend. Sudirman No.199, Sukoharjo, Jawa Tengah
  • (0271) 593068
  • pemkab@sukoharjokab.go.id

Media Sosial

Pengunjung

© 2026 Kabupaten Sukoharjo. All rights reserved.

Kebijakan PrivasiSyarat & Ketentuan
Kembali ke Blog
Berita2 min baca

Gait Pegiat Media Sosial, Bawaslu Sukoharjo Gelar Evaluasi Pelaksanaan Pemilu 2024

A
Administrator
3 Februari 2025 21.25118 dilihat
Bagikan
Gait Pegiat Media Sosial, Bawaslu Sukoharjo Gelar Evaluasi Pelaksanaan Pemilu 2024

SUKOHARJO - Menguatnya peran media sosial dalam Pemilu 2024 mendorong Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukoharjo menggelar rapat koordinasi dan evaluasi bersama pegiat media sosial dan awak m...

SUKOHARJO - Menguatnya peran media sosial dalam Pemilu 2024 mendorong Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukoharjo menggelar rapat koordinasi dan evaluasi bersama pegiat media sosial dan awak media. Pertemuan yang digelar di Hotel Tosan, Grogol, Sukoharjo, Senin (3/2/2025) ini mengungkap sejumlah temuan krusial terkait penyebaran hoaks dan kampanye negatif di platform digital.

"Pada Pilkada 2020, tingkat partisipasi pemilih mencapai 78,8 persen. Namun, pada Pemilu 2024, angka ini turun menjadi 74,3 persen. Penurunan ini sejalan dengan tren nasional," ungkap Ketua Bawaslu Sukoharjo, Rochmad Basuki, SE, MH.

Rakor yang dihadiri awak media, pegiat Pemilu, Panwascam, dan admin media sosial ini menghadirkan narasumber dari Lentera Semarang, Teguh Irawan, untuk menganalisis pelaksanaan Pemilu 2024.

Rochmad menyatakan, secara umum pelaksanaan Pemilu di Sukoharjo berjalan kondusif dan tidak ada sengketa Pemilu yang mencuat. Namun, pihaknya menemukan beberapa catatan penting yang perlu dievaluasi.

"Kami menemukan adanya penyebaran hoaks dan kampanye negatif yang berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap Pemilu. Selain itu, ada dugaan pelanggaran netralitas perangkat desa dan beberapa kendala teknis di TPS," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Teguh Irawan dari Lentera Semarang mengungkapkan temuan mengkhawatirkan terkait praktik politik uang yang semakin masif.

"Fenomena money politics masih menjadi tantangan serius. Bahkan sekarang, pertanyaan pertama untuk calon legislatif maupun eksekutif bukan lagi tentang visi misi, melainkan kekuatan modal yang dimiliki," ungkap Teguh.

Dari berbagai temuan tersebut, Bawaslu Sukoharjo menetapkan beberapa langkah strategis. "Kami akan fokus pada peningkatan partisipasi pemilih, terutama di kalangan perantau dan pemilih muda. Penguatan literasi digital juga menjadi prioritas untuk menangkal hoaks dan kampanye negatif," tegas Rochmad.

Seluruh hasil evaluasi ini akan dilaporkan ke Bawaslu Provinsi Jawa Tengah sebagai masukan untuk perbaikan pelaksanaan Pemilu mendatang.

Sumber : Bawaslu Sukoharjo

#BawasluSukoharjo #PemiluSukoharjo2024 #EvaluasiPemilu2024 #MediaSosialPemilu #PengawasanPemilu #AdminMedsosSukoharjo #InfoSukoharjo #PemiluDamai #JawaTengah #Demokrasi2024

TagsBawaslu SukoharjoRochmad BasukiEvaluasi Pemilu 2024Politik SukoharjoHoaks PemiluLentera SemarangMoney PoliticsPengawasan Media SosialPartisipasi PemilihPemilu Serentak 2024

Artikel Terkait