PENGUMUMAN

SUKOHARJO– Bupati Sukoharjo  H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM melihat demo teknologi pertanian mekanisasi 4.0 bersama Menteri Pertanian RI DR. IR. H. Andi Amran Sulaiman, MP di hamparan sawah Gapoktan Tani Mandiri di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, Senin (30/9).

Sejumlah alsintan karya Kementerian Pertanian yang didemonstrasikan antara lain Drone penebar benih padi, drone penebar prill, drone sprayer untuk aplikasi pestisida, Robot Tanam Padi, Traktor Rawa, dan Mesin panen plus olah tanah yg terintegrasi.

Dalam siaran persnya Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa Sukoharjo sebagai salah satu lokasi pencanangan demplot pertanian 4.0 Kementerian Pertanian mengimplementasikan teknologi mekanisasi 4.0.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa pertanian modern mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan menekan biaya produksi hingga 50 persen. Pertanian modern juga bisa meningkatkan indeks pertanaman, meningkatkan produktivitas, serta mempercepat pengolahan panen dan tanam.

“Tantangan ke depan, kita harus betul-betul ikut Pertanian 4.0. Smart farming yang diimpi-impikan, pertanian berbasis digitalisasi harus kita jadikan kenyataan. Di pertanian, mimpi besar kita adalah menjadi pertanian modern dan sejajar dengan negara-negara maju khususnya untuk sektor pertanian. Inovasi dan pemanfaatannya oleh petani perlu terus didorong. Semakin berkurang nya minat anak-anak muda untuk menjadi petani, dengan adanya revolusi industri 4.0 digital ini semoga anak-anak muda tertarik untuk menjadi petani, karena dengan menggunakan internet mereka bisa menggerakkan Alsintan tanpa harus turun ke sawah, mimpi kita, kedepan petani di Indonesia itu hanya duduk dibawah pohon, pegang remote dan semua pekerjaan diawah dikerjakan oleh mesin pertanian,” harapnya.

Ditambahkan Mentan, Drone penebar benih memiliki keunggulan yang mampu menebar benih satu hektar lahan dalam waktu 1 jam dengan kapasitas 50 sampai 60 kg per hektar. Drone penebar benih ini mampu bekerja mandiri sesuai pola atau alur yang sudah dibuat pada perangkat android dan dipandu oleh GPS,”ungkap Mentan.

"Robot Tanam Padi dapat difungsikan untuk menanam bibit padi di lahan sawah yang mampu berkomunikasi melalui Internet of Thing melalui sarana GPS dan mampu bekerja mandiri," sambungnya. Adapun spesifikasi Robot Tanam Padi ini mempunyai lebar tanam 30 cm, 6 Baris Tanam, Kecepatan Kerja 2,0 km/jam dan Lebar Kerja 1,8 m memiliki kapasitas kerja 0,36 ha/jam atau 3 jam/ha.

Lebih lanjut Mentan menjelaskan Autonomous Tractor adalah traktor roda 4 tanpa awak yg dikendalikan oleh sistem navigasi berbasis IoT. Dapat melakukan pengolahan lahan sesuai dengan peta perencanaan menggunakan GPS.

Kemudian, alat mesin pertanian berupa panen padi terintegrasi dengan olah tanah merupakan alsin yg mampu melakukan 2 proses sekaligus, yaitu proses memanen padi sekaligus olah tanah dengan rotari. Alsintan ini mampu mempercepat dan mengurangi pekerjaan olah tanah, memutus siklus perkembangan OPT padi, dan mengkondisikan sanitasi lingkungan pasca panen yang baik.

"Melalui implementasi Mekanisasi 4.0 di sektor pertanian, diharapkan proses usaha tani menjadi semakin efisien guna menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, dan daya saing," beber Mentan.

Kementan sendiri saat ini tengah menggencarkan program modernisasi pertanian melalui berbagai ragam bantuan alat mesin pertanian. Program ini menjadi salah satu jawaban terhadap tantangan di era industri 4.0. Program mekanisasi tidak hanya berperan nyata dalam meningkatkan produksi pangan. Tapi di sisi lain juga terbukti menjadi solusi dalam kelangkaan tenaga kerja pertanian.

“sejak 2015 lalu hingga 2019 ini, sekitar 400 ribu unit alsintan sudah diberikan oleh pemerintah pada petani di seluruh Indonesia. Nilai alsintan tersebut sudah mencapai Rp 1,9 triliun. Ke depan, pertanian modern akan ditingkatkan dengan melibatkan petani milenial. Menurutnya, penggunaan alsintan modern adalah jawaban atas tantangan di era Industri 4.0 saat ini. Apa yang dilihat di Gapoktan di Sukoharjo ini menjadi bukti. Saat ini musim kemarau, tapi petani tetap bisa menanam padi karena menggunakan sistem pompanisasi,” tambah Mentan.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM mengucapkan terimakasih kepada Menteri Pertanian, yang telah melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Sukoharjo dan memberikan pengarahan serta melaksanakan demo teknologi pertanian baru yang diharapkan menjadi solusi untuk mempercepat tanam dan panen dalam kondisi yang semakin terbatasnya tenaga kerja di bidang pertanian.

” Semangat petani di Kabupaten Sukoharjo sangat luar biasa. Dalam membangun pertanian di Kabupaten Sukoharjo, para petani sudah menerapkan berbagai teknologi budidaya dan menggunakan alsintan sehingga sudah terbentuk klaster pertanian modern berbasis corporate farming dengan melaksanakan korporasi berbasis mekanisasi seluas 1.000 hektare. Selain itu dikembangkan integrated farming seperti mina padi 37 hektar dan tanaman padi, hortikultura diintegrasikan dengan ikan dan ternak ayam atau sapi,” pungkas Bupati.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)