PENGUMUMAN

SUKOHARJO– Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM menghadiri panen padi dan melaksanakan pengecoran secara simbolis gudang Alat Mesin Pertanian (Alsintan) serta membuka Sarana Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) di hamparan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Mandiri desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Jumat (26/4).

Bupati mengatakan, Kabupaten Sukoharjo sudah tidak diragukan lagi keberhasilannya disektor pertanian. Hasil panen padi yang didapat selalu melimpah dan mampu memenuhi kebutuhan pangan lokal Sukoharjo. Selain itu juga berkontribusi terhadap pemenuhan pangan nasional.

Hasil panen padi Sukoharjo bahkan mampu surplus 135 ribu ton dan menjadi stok pangan nasional. Namun besarnya hasil panen yang didapat ternyata belum mampu secara signifikan meningkatkan kesejahteraan petani. Hal itu lebih disebabkan karena petani mengalami masalah keterbatasan modal. Hasil panen padi langsung dijual agar bisa mendapatkan modal untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya modal tanam berikutnya.

Pemerintah harus turun tangan membantu mengatasi masalah tersebut yakni meningkatkan kesejahteraan petani. Keberadaan berbagai bantuan pertanian dari pemerintah pusat seperti diterima Gapoktan Tani Mandiri Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

"Baik gapoktan dan petani harus serius dalam pengembangan pertanian. Tidak hanya meningkatkan hasil panen namun juga kesejahteraan petani. Bantuan dari pemerintah harus dimanfaatkan dengan maksimal tidak hanya digunakan tapi juga dirawat, Diharapkan setelah mendapatkan peralatan lengkap dari pemerintah pusat, sektor pertanian modern diharapkan bisa memberi kontribusi terhadap ketersediaan bahan pangan nasional sekaligus membuat petani lebih sejahtera, " harap Bupati.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Ir. Netty Harjianti mengatakan, pada akhir tahun 2018 Kabupaten Sukoharjo mendapatkan bantuan SP3T yang terdiri dari 1 unit rice mill dengan kapasitas 10 ton per jam dan dana bantuan sebesar Rp 498 juta. Dana tersebut dipergunakan untuk pembangunan rumah dryer maupun bangunan rice mill unit

Keberadaan SP3T tersebut diharapkan dapat menyerap hasil panen padi dari petani Gapoktan Tani Mandiri Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari dan lokasi panen lain disekitarnya. Hasil gabah kering panen dapat diproses menjadi gabah kering giling menggunakan dryer dan dapat dilanjutkan untuk diproses menjadi beras dengan penggilingan padi.

Proses modern menggunakan SP3T mempermudah petani untuk segera memasarkan beras hasil penggilingan. Penjualan hasil panen padi oleh petani dalam bentuk beras diharapkan dapat memberikan nilai tambah. Sebab hasil yang didapat dipastikan lebih tinggi menjual beras dibandingkan hanya gabah kering panen saja. Dengan demikian maka kesejahteraan petani juga bisa meningkat.

"Sektor pertanian modern terus dikembangkan di Sukoharjo dengan harapan tidak hanya hasil panen padi melimpah dan mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional. Namun juga memberikan dampak peningkatan kesejahteraan terhadap petani," ujarnya.

Ir. Netty melanjutkan pada tahun 2019 Gapoktan Tani Mandiri Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari juga mendapatkan bantuan percontohan model pengembangan pertanian korporasi berbasis mekanisasi yang terdiri dari pembangunan satu unit gudang alat pertanian modern. Selain itu juga ada sarana penunjang yang terdiri dari kios sarana produksi padi (saprodi), prasarana kantor, peralatan bengkel dan modal usaha senilai Rp 800 juta. Bantuan dilengkapi dengan satu unit excavator, dua unit traktor roda empat, dua unit rice transplanter.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo sangat berharap model pengembangan pertanian korporasi berbasis mekanisasi dapat dikembangkan di Kabupaten Sukoharjo yang mengelola budidaya dari hulu sampai hilir.

"Mulai budidaya sampai penanganan pasca panen dan pemasaran hasil tersinergi dalam satu gapoktan yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani," lanjutnya.

Kepala Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari Bagyo Slameto mengatakan, pemerintah desa dan petani sangat berterimakasih terhadap pemerintah atas ditunjuknya Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari sebagai desa percontohan pertanian modern sekaligus mendapatkan bantuan peralatan. Bantuan yang diterima diharapkan tidak hanya memajukan sektor pertanian saja namun juga meningkatkan kesejahteraan petani. 

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs.Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)