PENGUMUMAN

Wakil Bupati H. Purwadi SE.,MM mewakili Bupati Sukoharjo, Selasa (07/08) membuka rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Semester I tahun 2018, bertempat di hotel Sarila Sukoharjo.

Rakor ini bertemakan “Mendorong Peran Petani dan Pelaku Usaha Perberasan dalam Optimalisasi Penyerapan Gabah/Beras di Kabupaten Sukoharjo.

Rakor ini bertujuan untuk mengkoordinasikan tercapainya target serapan gabah/beras dan mensinergikan seluruh program lintas sektor terkait pangan untuk memaksimalkan pencapaian target yang telah ditetapkan untuk mewujudkan swasembada Pangan Nasional.

Hadir dalam rapat koordinasi tersebut, para ketua dan sekretaris dewan ketahanan pangan,

Anggota Pokja Teknis Dewan Ketahanan Pangan, Anggota Kelompok Kerja Teknis Dewan Ketahanan Pangan,Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM)/ Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM), Rice Mill/Mitra Bulog,  Lumbung Pangan, 12 peserta Koramil serta Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan se-Kabupaten Sukoharjo.

Agenda utama Rakor ini meliputi Pembukaan dan pengarahan oleh Bupati Sukoharjo selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan dilanjutkan Paparan dari  Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah dalam hal ini disampaikan oleh Ir. Sadi Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Provinsi Jateng, dilanjutkan Paparan Kepala Dinas Pangan Kabupaten Sukoharjo Sriyono, SE, MM dengan judul materi upaya optimalisasi serap gabah/beras di Kabupaten Sukoharjo dan terakhir Paparan dari Kepala Gudang Bulog Sub Divre Surakarta Wisnu Sancoyo dengan mengambil judul mteri Bulog dan Ketahanan Pangan  serta diakhiri dengan diskusi dan seasion paparan materi dimoderatori oleh Uyun Hermawati SH.,MH.

Wakil Bupati dalam sambutannya mengatakan pangan merupakan komoditas penting dan strategis bagi bangsa Indonesia mengingat pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi oleh pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama.

Ditambahkan “Upaya perwujudan penyerapan gabah/beras hasil produksi petani yang maksimal membutuhkan komitmen bersama dari seluruh stakeholder baik lembaga pemerintahan, swasta seperti Gapoktan, pemilik Rie Mill maupun masyarakat, sehingga kegiatan penyerapan gabah petani oleh Bulog tidak menjadi kegiatan yang sesaat tetapi menjadi kegiatan yang berkelanjutan sehingga program Swasembada Beras juga Swasembada produk pertanian lainnya bisa terealisasi. Disinilah peran strategis Dewan Ketahanan Pangan sebagai lembaga koordinasi lintas sektor yang mensinergikan seluruh program lintas sektor terkait pangan untuk memaksimalkan pencapaian target yang telah ditetapkan yang diharapkan mampu memperkuat fungsi koordinasi Dewan Ketahanan Pangan untuk mewujudkan Swasembada Pangan Nasional,” jelas Wabup.

Disamping itu Ketua Harian Dewan Ketahanan Pangan Widodo SH.,MH mengharapkan dalam kegiatan Rakor ini adanya masukan dari stakeholder yang hadir terkait penyerapan gabah/beras yang efektif dan efisien serta kesepakatan penyerapan gabah/beras.