PENGUMUMAN

Sukoharjo – Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH menghadiri kegiatan expo pelestarian PNPM Mandiri tahun 2018 dan Penyerahan Bantuan Sosial untuk RTM (Rumah Tangga Miskin) Alokasi Surplus UPK Tahun 2017 dan Pameran Produk Kelompok Pemanfaat UPK Tahun 2017  dilapangan desa Mranggen, Senin (09/04). Bupati Sukoharjo memberikan apresiasi terhadap program PNPM Mandiri Pedesaan di Kecamatan Polokarto. Pasalnya, aset Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Pedesaan di Polokarto terus berkembang dan mencapai Rp11,487 miliar. Jumlah itu terbesar dibandingkan delapan kecamatan lain yang masih mengelola PNPM Mandiri Pedesaan. Bahkan, tahun 2017 lalu UPK PNPM Mandiri Pedesan di Polokarto mencapat laba bersih sebesar Rp1,3 miliar.

“Saya apresisi PNPM Polokarto yang bisa berkembang dengan baik bahkan mencatat laba tinggi di tahun 2017. Namun, pesan saya tunggakan yang masih ada harus diselesaikan,” ujar Bupati.

Dikatakan Bupati, jika tunggakan yang masih ada bisa diselesaikan, dia yakin PNPM Mandiri Pedesaan di Kecamatan Polokarto akan semakin berkembang. Sehingga, program PNPM Mandiri Pedesaan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Menurutnya, sejak 2015 sudah tidak ada lagi anggaran dari APBN untuk PNPM Mandiri Pedesaan. Begitu juga dalam APBD Sukoharjo. Namun, Pemkab Sukoharjo tetap menganggarkan dana pelestarian aset PNPM Mandiri Pedesaan di sembilan kecamatan dengan nilai anggaran Rp73,865 miliar.

Diakui Bupati, aset ekonomi PNPM Mandiri Pedesaan Kecamatan Polokarto tertinggi dibandingkan kecamatan lain. Untuk tahun 2017 lalu, PNPM Polokarto mencatat laba bersih Rp1,3 miliar. Sesuai aturan yang ada, laba bersih tersebut pembagian sudah ditentukan dimana sebagian untuk rumah tangga miskin.

Sedangkan Camat Polokarto Pardi memaparkan, saat ini aset ekonomi PNPM Mandiri Pedesaan di Polokarto sebesar Rp11,487 miliar. Selama ini, terdapat 241 kelompok yang terdiri dari 3.232 orang anggota pemanfaat PNPM Mandiri Pedesaan di 17 desa se-Polokarto.

“Tahun 2017 lalu PNPM Mandiri Pedesaan Polokarto mencatat laba bersih sebesar Rp1,318 miliar dimana sebagian diantaranya disalurkan untuk bantuan masyarakat miskin,” ujarnya.

Bantuan yang diberikan antara lain untuk rumah tangga miskin (RTM) sebesar Rp215 juta, rehab RTLH enam unit masing-masing Rp42 juta, plesterisasi satu unit sebesar Rp70 juta. Selain itu, juga pemasangan instalasi listrik di 12 titik senilai Rp25 juta, jambanisaai 34 tempat senilai Rp49,5 juta, ternak kambing 41 ekor Rp38,9 juta, paket sembako 259 paket senilai Rp56,9, serta satu paket bantuan modal usaha potong rambut Rp1,5 juta.

“UPK PNPM Mandiri Pedesaan juga memberikan pelatihan pemberdayaan masyarakat dimana untuk 2018 ini dialokasikan Rp75 juta untuk pelatihan tukang las listrik dan pelatihan marajut,” ujarnya.