PENGUMUMAN

Kerajinan memiliki peran penting untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) termasuk pemerintah berkaitan dengan upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Peranan tidak kalah penting yakni mengurangi angka pengangguran karena usaha kerajinan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Kabupaten Sukoharjo dikenal sebagai gudangnya kerajinan dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Selama ini keberadaan perajin dan pelaku UMKM mendapat perhatian dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). Pasalnya, kerajinan dan UMKM memiliki peran penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk itu, Dekranasda terus melakukan pendampingan agar perajin dan UMKM bisa maju.

“Kerajinan memiliki banyak peranan bagi masyarakat khususnya pelaku UMKM dan pemerintah. Banyak produk yang sudah dihasilkan oleh pelaku UMKM dengan menghasilkan kerajinan,” ujar Ketua Dekranasda Sukoharjo Hj. Etik Suryani ,SE dalam acara HUT Dekranasda ke-38 di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah Graha Wijaya, Minggu (11/3).

Menurutnya, peranan kerajinan bisa dilihat dengan banyaknya pelaku UMKM yang menghasilkan berbagai jenis produk. Keberadaannya mampu menopang ekonomi masyarakat. Kerajinan yang dihasilkan dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat. Selama ini, Dekranasda Sukoharjo sudah memberikan bantuan dan fasilitasi bagi pelaku UMKM. Salah satunya pendampingan dan pembinaan agar keberadaannya semakin maju.

Hj. Etik juga mengatakan, pengembangan pemasaran produk kerajinan dan UMKM terus dilakukan. Salah satunya dengan pemasaran secara online. Cara tersebut dilakukan mengikuti perkembangan jaman. Pasalnya, sudah banyak pelaku usaha menjual produknya dengan sistem online dan berhasil. Disisi lain, masyatakat juga sudah terbiasa melakukan transaksi secara online karena cukup mudah.

“Saat ini sudah banyak pelaku UMKM di Sukoharjo memasarkan produknya secara online,” ujarnya.

Sedangkan Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH mengatakan, Dekranasda Sukoharjo ada sebagai wadah resmi pembinaan untuk perajin dan pelaku UMKM. Pembinaan dilakukan mulai dari nol sampai pelaku UMKM bisa aktif sendiri membuka usahanya. Menurutnya, Kabupaten Sukoharjo merupakan kabupaten dengan jumlah pelaku UMKM paling banyak di Solo Raya. Sudah banyak produk yang dihasilkan dan pemasarannya tidak hanya lokal dan nasional saja, tapi sudah internasional.

“Produk UMKM yang mampu menembus pasar luar negeri antara lain rotan dari pelaku UMKM Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Gamelan dari Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, dan juga Sarung Goyor di Tawangsari,” ungkapnya.

Bahkan, khusus untuk Gamelan produksi Wirun, Mojolaban memiliki kualitas terbaik didunia dan mendapat pengakuan. Tantangan kedepan yang harus diperhatikan Dekranasda adalah menjaga kualitas produk. Sebab, dikhawatirkan pelaku usaha yang sudah berhasil akan menurunkan kualitas produk demi bisa mendapatkan keuntungan lebih. Padahal, cara tersebut salah dan akan mengurangi atau menghilangkan kepercayaan masyarakat atau konsumen.

“Kemasan produk juga penting. Jangan asal dikemas. Tapi kemaslah agar menarik pembeli. Dengan begitu produk akan menjadi laris,” tambah Bupati. (Tj)