PENGUMUMAN

SUKOHARJO — Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH melaksanakan Panen Raya padi sawah di Kelompok Tani Cendono Sari, Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo seluas 5 hektare.
Panen raya tersebut turut dihadiri Forkopimda, Sekda, Komisaris PT. Petrokimia Gresik Direktur Pemasaran Meinu Sadariyo, Kepala OPD terkait, Muspika serta Kelompok Tani, Gapoktan dan P3A se-Kabupaten Sukoharjo, Jumat (9/03).‎
Dihadapan ratusan masyarakat tani, Bupati Sukoharjo mengajak masyarakat tani untuk terus giat turun kesawah bekerja karena Pemerintah akan selalu mendukung dengan memberikan bantuan alsintan
‎”Mari kita bekerja untuk meningkatkan hasil pertanian kita, Pemerintah pusat dan Daerah akan selalu mendukung dengan memberikan alsintan,” ungkapnya.
Ditambahkan, Bupati berharap semua camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Sukoharjo untuk ikut mengawasi pemanfaatan alat mesin pertanian bantuan Pemerintah ini agar tidak disalahgunakan apalagi dijual dan alat mesin pertanian harus digunakan untuk kepentingan Kelompok Tani bukan dikuasai perorangan”pinta Bupati.
Kesempatan ini Bupati menyerahkan secara simbolis alat mesin pertanian dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan RI sumber APBN Tahun Anggaran 2018 berupa Traktor roda dua sebanyak 10 unit, Rice Transplanter sebanyak 2 unit, Bantuan pemerintah kegiatan perluasan areal tanaman kedelai dan Bantuan benih padi bagi wilayah yang terserang organisme penganggu tanaman (OPT).
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Ir. Netty Harjianti, mengatakan realisasi produksi padi di Kabupaten Sukoharjo tercapai 392.587 ton dengan produktivitas 74.64 ku/ha dibandingkan produktifitas tahun 2016, karena pengembangan inovasi baru dan mekanisme budidaya padi melalui modernisasi pertanian berbasis corporate farming, “ungkap Ir. Netty dalam sambutannya.
Ditambahkannya, budidaya tanaman sehat sudah diterapkan pada kelompok tani cendono sari desa Pandeyan Kecamatan Grogol ini dengan bersinergi bekerjasama dengan PT Petrokimia Gresik dengan Demplot menggunakan perlakuan pemupukan Petroganik dan Phonska Plus.
“Demplot ini seluas 5 hektare, yang merupakan varietas unggul dengan potensi hasil yang memuaskan mencapai 73,73 ton/hektare pada musim pertama ini, dimana rata rata produksi padi di Kabupaten Sukoharjo adalah 71,52 ku/ha,”tambahnya.
Sementara itu Direktur Pemasaran PT Petrokimia Gresik Meini Sadariyo, mengatakan pupuk NPK Phonska Plus non subsidi ini mengandung unsur hara mikro, yaitu Seng (Zn) dan Sulfur (S). Adanya dua unsur mikro itulah yang membedakannya dengan produk pupuk NPK Phonska bersubsidi yang selama ini sudah dikenal petani,”jelas Direktur Pemasaran PT Petrokimia Gresik dalam sambutannya.