PENGUMUMAN

SUKOHARJO – Meski diiringi guyuran hujan, peringatan Haul ke- 4 HM Lukminto pendiri Sritex Group Ribuan warga tetap khusyuk  menghadiri Haul ke-4 Tahun  wafatnya Alm. H.M Lukminto pendiri Sritex Group, Senin (5/2). Acara peringatan tersebut digelar di Alun-alun Satya Negara Sukoharjo. Peringatan empat tahun wafatnya HM Lukminto tersebut diisi dengan bersholawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qadir Asseqaf. Turut hadir Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM, Forkopimda,  Presdir PT SRITEX  beserta Keluarga Besar Sritex, serta ribuan jamaah sholawat Habib Syeh.
Dalam kesempatan ini Wakil Bupati Sukoharjo mengapresiasi Hj. Susiana Lukminto beserta seluruh Keluarga Besar Sritex atas kegiatan bersholawat bersama Habib Syech dalam rangka peringatan Haul ke-4 wafatnya HM Lukminto serta turut mendoakan HM. Lukminto.
” Haul ke-4 HM. Lukminto kali ini, kami atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo ikut mendoakan HM.Lukminto , haul ke-4 ini  sebagai jalinan komunikasi antara pengusaha dengan pemerintah dengan tujuan untuk membangun Sukoharjo menuju Sukoharjo yang semakin makmur yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,”ungkap Wakil Bupati Sukoharjo dalam pidatonya.
Dalam kesempatan itu, Direktur Utama Sritex Group Iwan Setiawan Lukminto menyampaikan, kepergian almarhum Haji Mohammad Lukminto atau biasa dipanggil dengan “Pak Luk” empat tahun yang lalu, telah mewariskan begitu banyak nilai-nilai yang sangat baik. Iwan pun lantas menceritakan perjalanan awal mula berdirinya Sritex hingga besar seperti saat ini. Menjadi sebuah pabrik tekstil terpadu.
“Membangun suatu usaha sangatlah tidak mudah karena banyak sekali tantangan dan kesulitan yang dihadapi,” ujarnya.
Menurutnya, almarhum telah memberikan amanah berupa etika dan ajaran moral. Salah satunya, Pak Luk selalu menanamkan untuk bersikap CHENG LI, yaitu fair, adil, berimbang, tidak merugikan orang lain dan saling menguntungkan. Selanjutnya, delapan prinsip hidup yang selalu menjadi pegangan hidup seperti kerja keras, cinta, peduli lingkungan, chengli, suka menolong, mempunyai empati, menghargai pendidikan dan pentingnya peranan agama.
Iwan mengatakan, PT RUM merupakan cita-cita almarhum Pak Luk dalam kerangka slogan “Tanam Pohon Tumbuh BAJU” yang dicanangkannya. Sebuah konsep besar untuk mewujudkan terintegrasinya proses produksi pada industrI tekstil mulai dari hulu sampai ke hilir. Sejak peletakan batu pertama pada tahun 2013.
“Untuk itu, kami mengharapkan dukungan dari segenap masyarakat Sukoharjo untuk bersama kami berjuang membangun perusahaan ini sebagai peran nyata kami demi ikut membangun bangsa Indonesia serta membantu kesejahteraan masyarakat sekitarnya,” paparnya.
Diakui Iwan, PT RUM menopang sekitar 50 ribu warga Sritex Group yang mayoritas berdomisili di Kabupaten Sukoharjo. Hal itu tentunya akan membuktikan kepada dunia internasional, jika bangsa Indonesia telah mampu memiliki proses industri tekstil dari hulu sampai hilir hasil daripada anak bangsa sendiri yang asli Sukohartjo dengan kualitas produk yang terbaik di Dunia.
Meskipun berbagai permasalahan dan kesulitan yang datang silih berganti, ujar Iwan, dirinya berharap keberadaan PT RUM akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. “Selanjutnya kami mengajak, supaya kita semua dapat saling menjaga lingkungan sekitar agar tetap selalu kondusif dan aman. Selalu menjaga rasa persatuan dan kesatuan diantara kita, sehingga pengaruh–pengaruh dari luar yang sekiranya akan memecah belah persatuan dan kesatuan dapat kita hindari bersama,” pesannya.
Iwan menambahkan, kedepannya Sritex Group mempunyai visi, yakni akan terus mengembangkan industri tekstil dan “raw material” tekstil. Khusus PT RUM, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya memiliki potensi untuk membuka lapangan pekerjaan baru sebesar 1 juta orang di bidang tekstil dan turunannya.