PENGUMUMAN

SUKOHARJO- Apel Gelar pasukan Operasi Mantap Praja 2018 guna pengamanan jelang pilkada serentak, digelar Polres Sukoharjo yang dipimpin oleh Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, S.IK., M.H., M.Si ,Jumat (5/1). Dengan mengambil tema ” Polri yang promoter siap mengamankan pilkada serentak tahun 2018″.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM, Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo, Dandim 0726 Sukoharjo yang diwakili oleh Kasdim 0726 Mayor Inf Nurul Munthahar S.Ag, Danbrigif mekanis 6/2 Kostrad yang diwakili oleh Kasbrig 6/2 Letkol Inf Ronal Sumedap, Dangrup 2 Kopassus Kandang menjangan yang di wakili oleh Wadanyon Mayor Inf edi Saputra, Danyonif 413/Bremoro yang diwakili oleh Wadanyon 413 Mayor Inf Agung Ari Wibowo, Kajari Kabupaten Sukoharjo Bambang Marwoto, S.H, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Sukoharjo, Wakapolres Sukoharjo, Para Danramil jajaran Kodim 0726 Sukoharjo, Para Kabag, Kasat, Kasi dan Perwira staf Polres sukoharjo, para Asisten Sekda Kabupaten Sukoharjo, ‎Kepala OPD jajaran Pemkab Sukoharjo, Ketua Panwas Kab. Sukoharjo Bambang Mulyanto, Ketua KPU Kab. Sukoharjo Kuswanto SH.,MM , Muspika se Kabupaten Sukoharjo, Ketua Parpol pendukung pasangan calon Gubernur/wakil Gubernur, Ketua Ormas Kabupaten Sukoharjo, Ketua Panwascam dan PPK se Kabupaten sukoharjo dan para tamu undangan lainnya.

Operasi Mantap Praja 2018 dilaksanakan dalam rangka pengamanan pilkada serentak di Jateng. Selaku Inspektur Upacara Kapolres Sukoharjo mengamanatkan “Apel gelar pasukan yang diselenggarakan di ke seluruh kesatuan wilayah ini dilaksanakan untuk mengecek kesiapan personil dan kelengkapan sarana prasarana Polri beserta unsur terkait sebelum diterjunkan ke lapangan Dengan demikian diharapkan semua perencanaan yang telah dipersiapkan dapat berjalan dengan optimal dalam rangka mensukseskan pengamanan Pemilukada serentak tahun 2018. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kehidupan demokrasi di Indonesia telah memberikan ruang kebebasan bagi masyarakat untuk berserikat berkumpul dan menyampaikan pendapat yang bisa Min oleh konstitusi serta diberikan hak politik yang luas untuk terlibat dalam roda pemerintahan.Sehubungan hal tersebut kita melihat proses pendewasaan demokrasi sedang berlangsung yang dimulai dari tahap transisi demokrasi dengan melakukan pembelajaran terhadap setiap prinsip-prinsip demokrasi melalui penguatan dan pematangan dasar-dasar dalam kehidupan berdemokrasi. Berdasarkan undang-undang Dasar 1945 Pemilu merupakan wujud keikutsertaan seluruh rakyat Indonesia dalam menyelenggarakan pemerintahan negara di samping itu Pemilukada adalah Sarana demokrasi untuk menyampaikan aspirasi rakyat dalam rangka membentuk sistem negara yang lebih dan berkedaulatan rakyat. Mengingat arti penting dan strategis Pemilukada bagi keberlangsungan pemerintah dan pembangunan dalam mencapai tujuan maka pada konteksi inilah sebagai penanggung jawab keamanan dalam negeri berkewajiban untuk mengawal menjaga dan mengamankan penyelenggaraan Pemilukada serentak tahun 2018. Perlu kita cermati Pada pelaksanaan Pemilukada 2018 terdapat beberapa potensi kerawanan yang memerlukan perhatian serius kita semua untuk di antisipasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi gangguan nyata yang dapat mengganggu dan menghambat penyelenggaraan Pemilukada 2018. Berbagai potensi kerawanan tersebut dapat terjadi dalam setiap tahapan Pemilu berupa pelanggaran tindak pidana Pemilu termasuk tindak pidana umum yang harus dapat dikelola dan ditangani oleh Polri secara profesional transparan dan angkutabel.Oleh karena itu dalam rangka menjamin stabilitas Kamtibmas selama berlangsungnya Pemilukada 2018 Polres Sukoharjo menggelar operasi kepolisian kebudayaan dengan sandi mantap Praja Juni 2018 yang dilaksanakan selama 150 hari dengan mengedepankan kegiatan pre-emtif dan preventif yang didukung kegiatan intelijen penegakan hukum kuratif dan rehabilitasi dalam rangka mengamalkan setiap tahapan Pemilukada 2018.
Sehubungan dengan hal pelaksanaan operasi kepolisian tersebut maka dalam implementasinya akan dilakukan fungsi Kepolisian di lapangan, mencermati tangan tugas dan Pengamanan pemilu pada 2018 tersebut memerintahkan kepada seluruh anggota untuk mengamankan setiap tahapan Pemilu dengan sebaik-baiknya serta berupaya mewujudkan terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif agar bisa memberikan rasa aman kepada para penyelenggara dan peserta Pemilukada serentak tahun 2018. Dalam rangka mendukung hal tersebut saya juga memerintahkan kepada seluruh personil agar terus meningkatkan kemampuan personil serta memberikan kelengkapan perorangan yang memadai dalam menghadapi berbagai potensi ancaman yang terjadi pada Pemilukada 2018 serta kemungkinan terjadinya situasi kontijensi Selain itu kepada seluruh anggota agar secara proaktif terus memperkokoh Sinergi personil dengan penyelenggaraan pemilu TNI masyarakat dan mitra keamanan lainnya.Dalam rangka mendukung kesuksesan Pemilukada 2018 untuk menghadapi tugas Mulia dalam rangka pengamanan Pemilukada serentak tahun 2018 yaitu dan Cawagub Jawa Tengah seharusnya di Kabupaten Sukoharjo pada kesempatan apel gelar pasukan ada beberapa Pesan yang disampaikan untuk dipedomani dan dilaksanakan :
Satu, Siapkan mental dan fisik dengan dilandasi komitmen moral dan disiplin kerja yang tinggi dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

kedua ‎Petakan setiap kerawanan pada setiap tahapan Pemilu serta lakukan deteksi dini dengan mengoptimalkan fungsi intelijen didukung bhabinkamtibmas untuk mengetahui dinamika dan fenomena yang berkembang di masyarakat sehingga setiap permasalahan yang berpotensi mengalami jalannya Pemilukada dapat diantisipasi sedini mungkin.
Ketiga, Implementasi sehingga pengamanan Pemilukada di Kabupaten Sidoarjo dapat benar-benar dilaksanakan secara optimal.
Keempat, Perkokoh kerjasama yang harmonis dengan seluruh penyelenggara Pemilu unsur TNI dan segenap komponen masyarakat guna mewujudkan energi profesional yang proaktif dalam rangka pengamanan Pemilukada serentak 2018.
Kelima, segenap anggota Polres Sukoharjo jaga komitmen dan netralitas serta tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis dalam penyelenggaraan Pemilukada 2018 yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Keenam,Lakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran tindak pidana Pemilu secara terpadu melalui sentra gakkumdu.
Ketujuh,Berikan arahan dan petunjuk yang jelas kepada anggota sebelum pedoman aturan dan SOP yang berlaku.
Kedelapan, lakukan pengawasan dan pengendalian secara melekat terhadap pelaksanaan operasi dan kinerja anggota untuk meminimalisasi terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.Marilah kita jadikan apel gelar pasukan ini untuk menyatukan tekad dan komitmen dalam rangka mengawal dan mengamankan serta mensukseskan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng di Kabupaten Sukoharjo semoga segala tugas pengadilan yang telah kita laksanakan menjadi nilai ibadah di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa,”jelas Kapolres mengakhiri amanatnya.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj-snn)